CENTANG DUA BIRU, JAWABAN TAK KUNJUNG DATANG: TEMUAN WADAH DIDUGA SOLAR DI PTPN IV REGIONAL 2 BERANGIR

LABURA, SimpulNews – Temuan sejumlah drum, jeriken dan wadah penampungan yang diduga berkaitan dengan penyimpanan BBM jenis solar di wilayah PTPN IV Regional 2 Kebun Berangir menjadi sorotan.

Temuan tersebut diketahui saat awak media SimpulNews.com melakukan pemantauan lapangan pada Jumat, 4 September 2026, khususnya di wilayah Afdeling 1 dan Afdeling 4 Kebun Berangir.

Pada Jumat, 4 September 2026, awak media melakukan pemantauan di wilayah operasional PTPN IV Regional 2 Kebun Berangir.

Dalam pemantauan tersebut, awak media mengamati kondisi di wilayah Afdeling 1 dan menemukan sejumlah wadah berupa drum, jeriken serta tempat penampungan lainnya yang secara kasatmata diduga berkaitan dengan BBM jenis solar.
Pemantauan kemudian berlanjut ke wilayah Afdeling 4. Di lokasi tersebut, awak media kembali menemukan sejumlah wadah yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyimpanan atau penampungan BBM.
Temuan di kedua lokasi tersebut kemudian didokumentasikan sebagai bahan pemberitaan dan dasar untuk meminta klarifikasi kepada pihak perusahaan.

Awak media tidak langsung menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran. Fungsi wadah, asal BBM, status penyimpanan dan prosedur yang diterapkan perusahaan masih membutuhkan penjelasan resmi dari pihak manajemen.

Askep dan Manager Dikonfirmasi
Setelah pemantauan lapangan, SimpulNews.com menyampaikan konfirmasi kepada pihak Asisten Kepala (Askep) dan Manager PTPN IV Regional 2 Kebun Berangir.

Pertanyaan yang disampaikan mencakup keberadaan dan fungsi drum, jeriken serta wadah penampungan di Afdeling 1 dan Afdeling 4.

Manajemen juga dimintai penjelasan mengenai aspek lingkungan, termasuk langkah pencegahan kebocoran dan tumpahan BBM, potensi pencemaran tanah dan saluran air, fasilitas penanganan tumpahan serta mekanisme pengawasan lingkungan.

Dari sisi K3, manajemen ditanyakan mengenai penerapan SOP, ketersediaan sarana penanggulangan keadaan darurat dan kebakaran, pelatihan pekerja, penggunaan APD serta mekanisme inspeksi dan pengawasan keselamatan.

Pesan Terbaca, Jawaban Belum Ada

Konfirmasi tersebut telah diterima dan pesan WhatsApp kepada pihak Askep maupun Manager diketahui telah terbaca atau centang dua biru.
Namun hingga Rabu, 9 September 2026, belum diperoleh tanggapan maupun klarifikasi substantif dari pihak manajemen.

Artinya, terdapat rentang waktu lima hari sejak pemantauan pada 4 September 2026 hingga berita ini diterbitkan pada 9 September 2026, sementara penjelasan resmi perusahaan masih ditunggu.
Bukan Menuduh, Tetapi Meminta Kejelasan
Pemberitaan ini tidak menyimpulkan bahwa keberadaan drum, jeriken maupun wadah penampungan tersebut merupakan pelanggaran.

Justru, konfirmasi dilakukan untuk memastikan apakah keberadaan fasilitas tersebut merupakan bagian dari operasional resmi perusahaan, bagaimana standar penyimpanannya, serta bagaimana penerapan ketentuan lingkungan dan K3 di lokasi.

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena menyangkut keselamatan pekerja sekaligus potensi risiko terhadap lingkungan apabila terjadi kebocoran atau tumpahan BBM.

Hingga berita ini diterbitkan, centang dua biru menjadi tanda pesan telah terbaca, tetapi jawaban resmi belum diterima.

Sikap belum memberikan tanggapan tidak dapat dimaknai sebagai pengakuan maupun penolakan terhadap temuan. Publik tetap menunggu penjelasan resmi dari pihak PTPN IV Regional 2 Kebun Berangir.

SimpulNews.com memberikan ruang seluas-luasnya kepada pihak manajemen, termasuk Askep dan Manager, untuk menyampaikan klarifikasi, koreksi maupun hak jawab terkait temuan di Afdeling 1 dan Afdeling 4.
Berita ini akan diperbarui apabila pihak manajemen memberikan tanggapan. (Ros)