Dua Pria Diduga Hendak Curi Motor Warga Babatan, Kabur Setelah Kepergok
LAMONGAN, SimpulNews — Warga Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, dibuat waspada setelah dua pria tak dikenal diduga hendak mencuri sepeda motor yang berada di teras rumah warga. Aksi tersebut terjadi sekitar pukul 00.00 WIB dan berhasil digagalkan setelah keberadaan mereka diketahui penghuni rumah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dua orang tersebut sebelumnya sudah terlihat wira-wiri di sekitar rumah warga. Gerak-gerik mereka mengundang kecurigaan karena dilakukan pada tengah malam.
Keduanya disebut mengenakan penutup wajah dan menggunakan sepeda motor matik. Bahkan, warga sempat melihat sepeda motor dituntun atau didorong di sekitar permukiman.
Kecurigaan warga akhirnya terbukti ketika kedua orang tersebut berada di sekitar rumah yang terdapat sepeda motor di teras.
Dipergoki Saat Diduga Hendak Mengambil Motor
Penghuni rumah, Vietel, secara tidak sengaja mengetahui keberadaan dua orang mencurigakan tersebut. Sadar aksinya diketahui, kedua pria itu langsung melarikan diri.
Vietel sempat memburu mereka. Namun, kedua orang tersebut berhasil kabur menggunakan sepeda motor.
Beruntung, sepeda motor milik warga yang menjadi sasaran dugaan pencurian tidak sampai berhasil dibawa kabur.
Kejadian tersebut kemudian menjadi perhatian warga sekitar. Pesan kewaspadaan pun segera disampaikan agar masyarakat Babatan lebih berhati-hati, khususnya dalam mengamankan kendaraan bermotor pada malam hari.
Dua Orang, Berboncengan, Beat Hitam
Dari informasi sementara yang disampaikan warga, kedua orang tersebut disebut berjumlah dua orang dan berboncengan. Mereka digambarkan memiliki postur tubuh kurus dan tinggi serta menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam.
Namun, ciri-ciri tersebut masih sebatas informasi awal masyarakat. Belum ada kepastian mengenai identitas maupun keterlibatan mereka dalam tindak pidana, sehingga warga diminta tidak melakukan tuduhan atau tindakan main hakim sendiri.
Jika menemukan orang atau kendaraan yang mencurigakan, warga diimbau segera berkoordinasi dengan perangkat desa, keamanan lingkungan maupun kepolisian.
Komariyah, warga Babatan, mengaku bersyukur kejadian tersebut diketahui lebih awal sehingga tidak sampai menimbulkan kehilangan.
“Alhamdulillah Vitel tidak sampai terjadi apa-apa. Semoga tidak ada kejadian lagi. Kampung sudah mulai tidak aman,” kata Komariyah.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi peringatan bagi seluruh warga agar tidak lengah menjaga keamanan lingkungan.
“Monggo dulur-dulur saling pantau. Mari kita amankan Dusun Babatan,” pesannya.
Peristiwa tersebut menjadi alarm bagi warga Babatan bahwa keamanan kendaraan di teras rumah sekalipun tetap perlu mendapat perhatian. Sepeda motor yang berada di tempat terbuka pada malam hari dapat menjadi sasaran apabila tidak mendapatkan pengamanan yang memadai.
Warga diimbau memastikan kendaraan telah dikunci dengan baik, menggunakan pengaman tambahan bila diperlukan, serta menyalakan penerangan di sekitar rumah.
Lebih dari itu, kepedulian antarwarga menjadi benteng pertama keamanan lingkungan Gerak-gerik mencurigakan pada tengah malam tidak seharusnya diabaikan, namun juga harus disikapi secara bijak tanpa main hakim sendiri.
Kejadian di Babatan ini menjadi pengingat sederhana: jangan menunggu kendaraan hilang untuk mulai meningkatkan kewaspadaan.
Warga berharap lingkungan Dusun Babatan tetap aman dan kondusif serta kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Waspada bukan berarti curiga kepada semua orang. Waspada adalah cara bersama menjaga kampung dari potensi tindak kejahatan.
Mari saling pantau, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga keamanan Dusun Babatan.
Jurnalis: Sami'an