Perdana Turun di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026, TM Fighter PSHW TM Lamongan Langsung Bawa Pulang Medali

LAMONGAN, SimpulNews –Debut TM Fighter PSHW TM Lamongan di arena kompetisi pencak silat bergengsi IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 langsung berbuah prestasi.

Meski menjadi pengalaman perdana mengikuti kompetisi yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Lamongan, dua pesilat muda yang diturunkan TM Fighter mampu menunjukkan mental bertanding dan kemampuan terbaiknya hingga berhasil meraih medali.

Capaian tersebut sekaligus menjadi momentum penting bagi perjalanan PSHW TM Lamongan di dunia pencak silat Kabupaten Lamongan. Terlebih, perguruan tersebut baru resmi menjadi bagian dari keanggotaan IPSI Lamongan pada Juli 2026.

Dua pesilat yang membawa nama TM Fighter dalam ajang tersebut yakni M. Khotibul Umam, pelajar SMKN 2 Lamongan asal Dusun Galang, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, serta Muhammad Fachry Febriansyah, pelajar SMKN 1 Cerme yang berdomisili di Klampisan RT 10 RW 02, Desa Tambakrejo, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik.

Keduanya menjadi bagian dari generasi muda yang tidak hanya berlatih di gelanggang, tetapi mulai membuktikan kemampuan melalui kompetisi resmi.

Debut Bukan Sekadar Ikut, Medali Jadi Bukti

Keikutsertaan TM Fighter dalam IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 sejak awal bukan sekadar untuk meramaikan pertandingan.

Arena kompetisi menjadi ujian nyata bagi hasil latihan, teknik, keberanian dan mental para pesilat. Di tengah persaingan yang kompetitif, para atlet dituntut mampu mengendalikan emosi, membaca permainan lawan, menjaga stamina sekaligus menerapkan teknik yang selama ini diasah dalam latihan.

Hasilnya, debut TM Fighter justru mampu ditutup dengan raihan medali.

Bagi sebuah tim yang baru pertama kali tampil dalam kompetisi bergengsi IPSI Lamongan, capaian tersebut tentu menjadi modal penting untuk menatap kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

Tim Official sekaligus Pelatih TM Fighter, Zello E, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.
"Alhamdulillah, kami merasa bersyukur sekali. Ini perdana TM Fighter mengikuti ajang kompetisi bergengsi yang diadakan IPSI Lamongan," ujar Zello E.

Menurutnya, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dalam proses pembentukan atlet. Para pesilat tidak cukup hanya menguasai teknik ketika latihan, tetapi harus mampu membuktikannya ketika berhadapan langsung dengan lawan di arena pertandingan.

Karena itu, raihan medali tersebut diharapkan tidak membuat para atlet cepat berpuas diri.

Justru sebaliknya, prestasi perdana tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan.

Ketua PSHW TM Lamongan: Ini Kado Setelah Resmi Masuk IPSI

Apresiasi juga datang dari Ketua PSHW TM Lamongan, Wahyono.

Ia menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih saudara seasuhan PSHW TM Lamongan melalui TM Fighter.

Menurut Wahyono, prestasi tersebut memiliki nilai strategis bagi perjalanan organisasi dan pembinaan atlet PSHW TM Lamongan. Sebab, keberhasilan itu hadir setelah PSHW TM Lamongan resmi menjadi anggota IPSI Lamongan pada Juli 2026.

"Alhamdulillah, kami bersyukur atas prestasi yang diraih oleh saudara seasuhan STK. Ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar PSHW TM Lamongan," kata Wahyono.

Ia menilai raihan medali tersebut sekaligus menjadi kado istimewa bagi perguruan setelah resmi masuk dalam keanggotaan IPSI Lamongan.

"Ini merupakan kado untuk PSHW TM Lamongan yang resmi masuk anggota IPSI Lamongan pada Juli 2026 kemarin," pungkasnya.

Momentum Membuka Jalan Pembinaan Atlet

Raihan medali di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 menjadi lebih dari sekadar catatan kemenangan bagi TM Fighter.

Prestasi tersebut membuka ruang yang lebih besar bagi pembinaan atlet pencak silat di lingkungan PSHW TM Lamongan. Ke depan, pengalaman dari kompetisi ini dapat menjadi evaluasi untuk memperbaiki berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik, strategi, mental hingga kesiapan menghadapi pertandingan.

Pencak silat sendiri bukan hanya olahraga yang mengejar kemenangan. Di balik pertandingan terdapat pendidikan karakter yang menanamkan kedisiplinan, keberanian, pengendalian diri, sportivitas serta penghormatan kepada lawan.

Nilai-nilai tersebut menjadi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya kuat di arena, tetapi juga memiliki karakter ketika kembali ke lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.

Prestasi TM Fighter dalam debutnya di IPSI Lamongan Megilan Cup 2026 kini menjadi pijakan awal.

Dua pesilat, M. Khotibul Umam dan Muhammad Fachry Febriansyah, telah memberikan bukti bahwa kesempatan pertama dapat menjadi pintu menuju prestasi berikutnya.

Bagi pelatih dan official, raihan medali menjadi penyemangat untuk memperkuat program pembinaan.

Bagi PSHW TM Lamongan, capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi setelah resmi menjadi anggota IPSI Lamongan.

Dan bagi para pesilat muda, medali yang kini dibawa pulang bukanlah akhir perjalanan.

Justru dari medali pertama inilah tantangan berikutnya dimulai: berlatih lebih keras, bertanding lebih matang dan membawa nama TM Fighter serta PSHW TM Lamongan semakin diperhitungkan di arena pencak silat Lamongan.

Jurnalis: Sami'an