Jelang Parluh PSHT, Banner Penolakan Terpasang di Padepokan Agung Madiun - SimpulNews

Dok: SimpulNews/ Suprapto 

MADIUN, SimpulNews – Dinamika menjelang pelaksanaan Parapatan Luhur (Parluh) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) 2026 kembali memanas. Puluhan banner berisi penolakan terhadap pelaksanaan Parluh terpasang di kawasan Padepokan Agung Madiun (PAM), Jalan Merak, Kota Madiun.Dalam banner tersebut tertulis bahwa jajaran pengurus beserta warga PSHT Persaudaraan Setia Hati Terate beberapa Cabang menyatakan menolak penyelenggaraan Parluh yang dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2026. 

Banner juga mencantumkan  bahwa telah melaksanakan Parapatan Luhur pada 7 Februari 2026.Keberadaan banner itu menjadi salah satu gambaran adanya perbedaan sikap di internal PSHT menjelang agenda organisasi yang rencananya digelar di Padepokan Agung Madiun.

Sementara itu, situasi terkini pada Rabu (23/9/2026), disekitar Padepokan Agung Madiun mendapat pengamanan ketat aparat. Sehari sebelumnya, Selasa (22/9/2026), terjadi ketegangan antara massa pesilat PSHT dan aparat kepolisian di kawasan Jalan Merak. 

Massa hendak menuju padepokan menjelang agenda Parluh. Kasi Humas Polres Madiun Kota Ipda Aris Yunandi membenarkan adanya insiden tersebut. 'Rencana Parluh pada 25–27 September 2026 belum mendapatkan izin dari Forkopimda dengan pertimbangan keamanan'.

Aparat juga mengantisipasi kemungkinan bertemunya massa dari kelompok yang berbeda di sekitar padepokan. Di sisi lain, pihak PSHT melalui Biro Hukum sebelumnya menyatakan tetap berkomitmen menggelar Parluh 2026 di Padepokan Agung Madiun, Jalan Merak Nomor 10. 

PSHT juga menyebut adanya warga sekitar padepokan yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan adanya dua sikap yang berbeda tersebut, kawasan Padepokan Agung Madiun kini menjadi perhatian menjelang jadwal Parluh. Perbedaan sikap di internal organisasi serta perkembangan keamanan di lapangan masih menjadi dinamika yang terus dipantau.

Pantauan Rabu (23/9/2026), banner penolakan masih menjadi penanda adanya perbedaan sikap terkait pelaksanaan Parluh di kawasan Padepokan Agung Madiun. Aparat juga masih melakukan pengamanan untuk mengantisipasi perkembangan situasi menjelang agenda 25–27 September.  (Suprapto)