Mendagri Tito Dorong IMT-GT Tak Sekadar Forum, Harus Hasilkan Program Nyata


Medan, SimpulNews - Bapak Mendagri mendorong kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) tidak berhenti sebagai forum dialog, tetapi berkembang menjadi platform yang menghasilkan program dan proyek konkret, terukur, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di ketiga negara.(10/9)

Tantangan IMT-GT bukan sekadar mempertahankan pertemuan antarpemerintah, melainkan memastikan berbagai gagasan dapat diwujudkan menjadi kerja sama nyata.

Pemerintah pusat dan daerah dapat mengambil peran lebih besar dengan membangun berbagai bentuk kolaborasi. Kolaborasi tersebut termasuk kerja sama antardaerah melalui konsep kota kembar atau provinsi kembar dengan wilayah di Malaysia dan Thailand.

Besarnya potensi ekonomi kawasan, khususnya antara Malaysia, Thailand, dan Pulau Sumatera. Jumlah penduduk, sumber daya alam, tenaga kerja produktif, serta komoditas unggulan menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing kawasan.

Salah satu potensi tersebut ialah komoditas karet. Malaysia dan Thailand memiliki sejarah panjang sebagai negara penghasil karet, sementara Sumatera juga memiliki tradisi produksi komoditas tersebut. Bpak Tito mendorong agar potensi itu dikembangkan tidak hanya dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga produk bernilai tambah.

Selain karet, Sumatera memiliki berbagai sumber daya alam, seperti minyak dan gas bumi, emas, serta potensi pertanian dan perkebunan. Pulau tersebut juga memiliki sekitar 63 juta penduduk, yang didominasi oleh usia produktif.

Potensi ekonomi dan demografi tersebut semakin strategis karena posisi geografis Sumatera yang berdekatan dengan Malaysia dan Thailand. Kondisi ini dapat menjadi fondasi untuk memperkuat perdagangan, investasi, konektivitas, pariwisata, dan kerja sama ekonomi lainnya.

Pentingnya hubungan antarpemerintah daerah untuk menerjemahkan kerja sama regional IMT-GT ke dalam program yang lebih konkret dan dekat dengan masyarakat. Saya juga mendorong para gubernur, wakil gubernur, dan pemimpin daerah dari ketiga negara memanfaatkan forum tersebut untuk membangun komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan.***