Rombongan Awak Media Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, Tim SAR Lakukan Pencarian
Selat Sunda, SimpulNews - Kabar mengkhawatirkan datang dari kawasan perairan Selat Sunda. Rombongan awak media yang dilaporkan berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dikabarkan hilang kontak sejak 7 September 2026.
Rombongan tersebut disebut menggunakan sebuah kapal cepat yang berangkat dari wilayah pesisir Pandeglang menuju perairan sekitar Gunung Anak Krakatau. Dalam perjalanan, komunikasi dengan kapal dilaporkan terputus ketika berada di jalur pelayaran antara kawasan Carita dan perairan Anak Krakatau.
Putusnya komunikasi diduga berkaitan dengan kondisi medan yang sulit. Selain wilayah perairan yang dikenal memiliki keterbatasan sinyal komunikasi, aktivitas vulkanik berupa sebaran abu juga disebut menjadi salah satu kendala dalam proses komunikasi dan pemantauan posisi kapal.
Menurut laporan Faktaviral.id, tim SAR gabungan bersama kepolisian dan unsur masyarakat laut telah melakukan pencarian sejak 8 September 2026 dengan menyisir sejumlah kawasan yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran rombongan.
Penyisiran dilakukan di sekitar perairan Pulau Sebesi dan Pulau Rakata hingga area yang menjadi titik komunikasi terakhir dengan kapal. Upaya pencarian berlangsung di tengah kondisi perairan Selat Sunda yang cukup menantang.
Hingga informasi ini ditulis, keberadaan kapal beserta seluruh penumpang yang berada di dalamnya belum diketahui. Operasi pencarian pun masih menjadi perhatian, mengingat rombongan tersebut berada di kawasan yang tengah menjadi lokasi pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Kabar tersebut turut memicu perhatian publik. Sejumlah warganet menyampaikan doa dan harapan agar seluruh awak media serta tim kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
Perkembangan operasi pencarian dan informasi resmi mengenai keberadaan rombongan masih menunggu keterangan dari pihak berwenang.
Sumber: Faktaviral.id