BMKG Sebut Kualitas Udara Labuhanbatu Kategori Sedang, Masyarakat Diimbau Waspadai Kabut Asap

Foto logo BMKG 

RANTAUPRAPAT, SimpulNews.com — Kondisi kabut asap yang terlihat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjadi perhatian masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara menyampaikan bahwa kualitas udara di wilayah Labuhanbatu pada Jumat (9/10/2026) berada dalam kategori sedang.

Informasi tersebut disampaikan BMKG Sumatera Utara melalui pesan kepada wartawan SimpulNews.com, Ros Harahap, sebagai tanggapan atas permintaan konfirmasi mengenai kondisi asap yang terjadi di Labuhanbatu.

Dalam keterangannya, BMKG menyebutkan bahwa kualitas udara di wilayah tersebut berada pada kisaran konsentrasi partikel PM2.5 sebesar 15,5–55,4 µg/m³.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi apabila kualitas udara mengalami penurunan atau kondisi asap semakin memburuk.

“Hai Kak Ros, terima kasih atas pertanyaan yang disampaikan. Terkait kualitas udara di wilayah Labuhanbatu, Sumatera Utara, tanggal 9 Oktober 2026, berada dalam kategori sedang dengan kisaran 15,5–55,4 µg/m³,” demikian keterangan BMKG yang disampaikan melalui pesan kepada wartawan SimpulNews.com.

BMKG menyarankan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menutup jendela dan pintu guna mengurangi masuknya udara kotor ke dalam rumah. Masyarakat juga disarankan menggunakan air purifier apabila tersedia.

Penyebab Asap Masih Memerlukan Konfirmasi

Meski kualitas udara telah mendapat penjelasan dari BMKG, penyebab munculnya asap di wilayah Labuhanbatu belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang diterima.
Belum ada penjelasan dalam tanggapan tersebut mengenai apakah asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembakaran terbuka, atau sumber lainnya.

Informasi mengenai titik panas (hotspot), arah dan kecepatan angin, serta potensi penyebaran asap juga belum tercantum dalam jawaban BMKG yang diterima.
Karena itu, diperlukan informasi lanjutan dari instansi terkait untuk memastikan sumber asap dan mengetahui wilayah mana saja yang berpotensi terdampak.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Masyarakat Labuhanbatu diimbau tetap waspada dan memperhatikan perkembangan kondisi udara, terutama apabila asap semakin tebal, jarak pandang menurun, atau muncul keluhan seperti batuk, iritasi mata, dan sesak napas.

Warga yang mengalami gangguan pernapasan disarankan mengurangi paparan asap dan mencari pertolongan medis apabila gejala memburuk.
Informasi mengenai sumber asap dan perkembangan kondisi cuaca di Labuhanbatu masih perlu ditelusuri lebih lanjut melalui BMKG serta instansi yang menangani kebakaran hutan dan lahan.

(SimpulNews.com — Ros Harahap)