Pilkades Kalangsari Hj.Teti Firdaos Ajak Semua Kontestan Bersatu, Siap Mengabdi dan Utamakan Kesejahteraan Masyarakat

Foto bersama dengan ke empat bakal calon kepala desa Karangsari di kecamatan Karawang 

KARAWANG, SimpulNews – Empat bakal calon Kepala Desa (Kades) Kalangsari kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengikuti tahapan tes di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), Jumat (9/10/2026). Keempat bakal calon tersebut yakni Hj. Teti Firdaos, Aan Heriyanto, S.IP., Asep Suryono, dan Daenuri.

Hasil tes tersebut disebut cukup memuaskan. Namun, kepastian kelulusan dan penetapan calon tetap menunggu pengumuman resmi dari panitia sesuai tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang berlaku.

Hj. Teti Firdaos diketahui merupakan mantan kepala desa, sedangkan Aan Heriyanto, S.IP., merupakan calon petahana yang kembali mencalonkan diri. Sementara itu, Asep Suryono dan Daenuri turut mengikuti proses seleksi sebagai bakal calon kepala desa.

Di tengah berlangsungnya tahapan Pilkades, pesan kebersamaan menjadi hal penting yang perlu dikedepankan. Kontestasi pemilihan kepala desa bukan semata-mata tentang persaingan memperebutkan jabatan, melainkan juga kesempatan untuk menyatukan niat dan komitmen dalam membangun desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam wawancara dengan awak media, Hj. Teti Firdaos menekankan pentingnya menjadikan Pilkades sebagai momentum bersama untuk memajukan Desa Kalangsari, bukan sebagai alasan untuk menciptakan persaingan yang memecah belah warga.

“Pilkades ini bukan semata-mata soal persaingan untuk menjadi kepala desa. Lebih dari itu, kita semua memiliki niat yang sama, yaitu membangun Desa Kalangsari agar semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutur Hj. Teti Firdaos.

Menurutnya, siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah dari masyarakat harus mampu mengutamakan kepentingan warga, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjalankan pembangunan desa secara berkelanjutan. Ia juga berharap seluruh bakal calon dan pendukungnya dapat menjaga persaudaraan selama proses Pilkades berlangsung siap 
Mengabdi dengan Sepenuh Hati

Lebih jauh, Hj. Teti Firdaos menyampaikan komitmennya apabila kembali dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Desa Kalangsari. Baginya, jabatan kepala desa bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan ketulusan, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

“Apabila saya kembali dipercaya dan diberikan amanah oleh masyarakat untuk memimpin Desa Kalangsari, insyaallah saya akan mengabdikan diri dengan sepenuh hati demi kepentingan masyarakat. Bagi saya, menjadi kepala desa bukan sekadar jabatan atau kedudukan, melainkan tanggung jawab besar untuk melayani, mendengarkan, dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan, berbagai program dan pembangunan yang sudah berjalan dengan baik di Desa Kalangsari harus tetap dipertahankan dan dilanjutkan. Menurutnya, pembangunan yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat tidak seharusnya berhenti, tetapi perlu ditingkatkan agar hasilnya semakin dirasakan oleh seluruh warga.

“Apa yang sudah baik dan berjalan selama ini tentu akan kita pertahankan dan lanjutkan. Saya tidak ingin pembangunan yang sudah ada berhenti, tetapi harus terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh masyarakat. Saya juga ingin memastikan bahwa setiap aspirasi warga didengar, setiap persoalan diupayakan solusinya, dan tidak ada masyarakat yang merasa ditinggalkan,” katanya.

Bagi Hj. Teti, pengabdian seorang pemimpin tidak cukup hanya diwujudkan melalui program pembangunan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Ia berharap seorang kepala desa mampu hadir di tengah warga, mendengarkan keluhan, serta berupaya mencari jalan keluar atas berbagai permasalahan yang dihadapi.

“Saya ingin hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, tetapi juga ketika mereka menghadapi kesulitan. Sebab, bagi saya, kebahagiaan seorang pemimpin bukan diukur dari tingginya jabatan, melainkan dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakatnya,” tuturnya.

(Suganda)