Dilantik Pimpin KAUMPO, Eko Mulyadi Dorong Alumni Bantu Mahasiswa Kurang Mampu - SimpulNews

Foto Eko Mulyadi, S.IP., M.Pd., 

PONOROGO, SimpulNews.com – Komitmen menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa menjadi salah satu prioritas kepengurusan baru Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Ponorogo (KAUMPO) masa bakti 2026–2028. Dipimpin Eko Mulyadi, S.IP., M.Pd., organisasi alumni tersebut menggagas program Beasiswa Adik Tingkat untuk membantu mahasiswa yang menghadapi kendala ekonomi agar tetap bisa menyelesaikan pendidikan.

Pengukuhan pengurus KAUMPO berlangsung di Aula Lantai 4 Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Rabu (14/10/2026). Eko Mulyadi yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Karangpatihan, Kabupaten Ponorogo, resmi dilantik sebagai Ketua KAUMPO oleh Rektor UMPO, Dr. Rido Kurnianto, M.Ag.

Dalam kepemimpinannya, Eko menekankan pentingnya memperkuat solidaritas alumni, mengonsolidasikan potensi yang dimiliki para lulusan, serta membangun kolaborasi berkelanjutan dengan almamater.

Menurutnya, alumni memiliki kekuatan besar karena berasal dari beragam latar belakang profesi. Potensi tersebut perlu dihimpun dan diarahkan agar tidak hanya mempererat hubungan antarlulusan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa yang masih menempuh pendidikan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah mahasiswa yang terancam tidak dapat melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Kondisi ekonomi keluarga hingga perubahan data sosial ekonomi yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan pendidikan dapat memengaruhi kesempatan mahasiswa memperoleh beasiswa.
Karena itu, KAUMPO berinisiatif mengembangkan program Beasiswa Adik Tingkat dengan melibatkan para alumni. Program ini diharapkan menjadi bentuk kepedulian antargenerasi di lingkungan kampus, sekaligus membuka jalan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan agar tidak kehilangan kesempatan meraih gelar sarjana.

Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dari Rektor UMPO, Dr. Rido Kurnianto. Ia menegaskan, capaian akademik dan peningkatan kualitas institusi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi mahasiswa.

“UMPO hari ini benar-benar bahagia. Kami melihat titik cerah yang semakin terang. Kami tegaskan, tidak boleh ada satu pun mahasiswa UMPO yang drop out (DO) hanya karena kendala biaya,” tegas Rido.

Ia berharap kolaborasi antara pihak universitas dan keluarga alumni dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial. Dengan dukungan bersama, mahasiswa diharapkan tetap memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan tanpa harus mengubur cita-cita karena persoalan ekonomi.

Komitmen tersebut juga sejalan dengan berbagai skema bantuan pendidikan yang telah tersedia di UMPO. Berdasarkan informasi resmi pada sistem beasiswa kampus, UMPO menyediakan sejumlah program, di antaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, beasiswa prestasi nonakademik, beasiswa tahfiz Al-Qur’an, beasiswa Persyarikatan, serta beberapa skema bantuan lainnya. 

Ke depan, inisiatif Beasiswa Adik Tingkat dari KAUMPO berpotensi melengkapi dukungan tersebut melalui partisipasi alumni. Meski demikian, mekanisme pengumpulan dana, kriteria penerima, dan pelaksanaan program perlu dirumuskan bersama agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

Siapkan Gedung Kemahasiswaan dan KAUMPO

Selain program beasiswa, UMPO bersama KAUMPO juga merencanakan pembangunan Gedung Kemahasiswaan/Gedung KAUMPO. Fasilitas ini dirancang menjadi pusat kegiatan organisasi alumni sekaligus ruang pembinaan dan pengembangan potensi mahasiswa.

Keberadaan gedung tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara mahasiswa, alumni, dan pihak universitas. Dengan demikian, kontribusi alumni tidak hanya diwujudkan melalui bantuan finansial, tetapi juga lewat pendampingan, pertukaran pengalaman, pengembangan jejaring profesional, serta dukungan terhadap kegiatan kemahasiswaan.

Bagi Eko dan jajaran pengurus KAUMPO, kepengurusan periode 2026–2028 menjadi momentum untuk memperkuat peran alumni sebagai mitra strategis almamater.

Solidaritas inklusif, konsolidasi potensi alumni, dan kolaborasi dengan kampus menjadi tiga pilar yang akan menjadi landasan gerak organisasi.

Melalui langkah tersebut, KAUMPO diharapkan semakin hadir sebagai bagian dari solusi atas tantangan pendidikan tinggi, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan agar dapat menyelesaikan studinya.

Pesan yang ingin ditegaskan sederhana: keterbatasan ekonomi tidak semestinya menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk meraih masa depan. Kolaborasi antara kampus dan alumni diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan agar semakin banyak mahasiswa UMPO dapat menuntaskan pendidikan dan kelak memberikan kontribusi bagi masyarakat.

(Suprapto)