Waspada Kabut Asap Selimuti Medan, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Foto penampakan dari atas Fly Over Jamin Ginting menuju Berastagi, Dok: SimpulNews 

MEDAN, Simpulnews.com – Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Kota Medan pada Kamis (15/10/2026) pagi. Kondisi tersebut disertai penurunan kualitas udara dengan indeks kualitas udara (AQI) mencapai 175 atau masuk kategori tidak sehat. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk menghindari dampak buruk paparan polusi udara.

Berdasarkan informasi kondisi udara yang dihimpun pada pagi hari, cuaca di Kota Medan terpantau berkabut asap dengan suhu sekitar 26 derajat Celsius, kelembapan udara 96–97 persen, serta kecepatan angin sekitar 3 kilometer per jam. Jarak pandang di sejumlah wilayah Sumatera Utara juga dilaporkan menurun hingga berkisar 1–4 kilometer.

Partikel halus PM2.5 menjadi polutan utama yang memengaruhi kualitas udara. Partikel ini berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Foto situasi jalan Ngumban Surbakti arah ke jln Ring Road, terlihat gumpalan kabut berkisar 1-4 KM

Data indeks standar pencemar udara (ISPU) dari sistem AQMS Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan menunjukkan angka 136 di kawasan Pinang Baris, yang masuk kategori tidak sehat. Sementara itu, pemantauan di Jalan AH Nasution mencatat angka 83 atau kategori sedang dan jalan setia Budi.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara dapat bervariasi antarlokasi dan tidak merata. Masyarakat disarankan memperhatikan informasi pemantauan udara yang paling dekat dengan tempat tinggal maupun lokasi aktivitasnya.

Kabut asap yang menyelimuti Medan diduga berkaitan dengan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, BMKG Wilayah I Medan tidak mendeteksi titik panas atau hotspot di Sumatera Utara pada pemantauan terkait. Asap dari wilayah lain diduga terbawa pergerakan angin dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut.

Meski demikian, penetapan sumber asap dan pergerakannya tetap perlu mengacu pada keterangan resmi serta analisis meteorologi terbaru dari BMKG.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap terlihat pekat atau jarak pandang menurun. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95, untuk membantu mengurangi paparan partikel halus.
Foto situasi jalan Setia Budi menuju simpang selayang, terlihat gumpalan kabut dari arah berlawanan 

Anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki asma atau mengalami batuk dan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus. Kelompok tersebut sebaiknya menghindari aktivitas luar ruangan selama kualitas udara masih buruk.

Apabila muncul gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang memburuk, masyarakat disarankan segera mencari pertolongan medis.

Kondisi udara yang tidak sehat juga menjadi perhatian bagi warga yang rutin berolahraga pada pagi hari serta pekerja yang menjalankan aktivitas di luar ruangan.

Masyarakat disarankan menunda olahraga luar ruangan hingga kualitas udara membaik, bukan semata-mata berdasarkan perubahan waktu atau perkiraan hujan. Hujan ringan tidak selalu menjamin konsentrasi polutan langsung turun secara signifikan.

Bagi pekerja lapangan dan tim proyek, pengelola pekerjaan perlu menyampaikan pengarahan keselamatan sebelum aktivitas dimulai (toolbox talk), memastikan penggunaan alat pelindung pernapasan yang sesuai, serta mempertimbangkan pengurangan pekerjaan fisik berat di luar ruangan ketika paparan polusi tinggi.

Pemantauan kualitas udara secara berkala diperlukan untuk menentukan apakah aktivitas luar ruangan sudah aman dilanjutkan.

Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi dari BMKG, DLH Kota Medan, dan instansi terkait. Kewaspadaan diperlukan agar dampak kabut asap terhadap kesehatan dapat diminimalkan selama kondisi udara belum membaik.

(Meiji)