Ombudsman Dorong Percepatan Sekolah Rakyat Ponorogo, 8 Bangunan di Jurang Gandul Diratakan

Foto Anggota Ombudsman RI, Prof. Dr. Radian Syam, saat meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Ponorogo bersama tim

PONOROGO, SimpulNews.com – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Ponorogo menjadi perhatian Ombudsman Republik Indonesia. Hal ini menyusul masih adanya 85 siswa yang harus mengikuti kegiatan belajar di Madiun, sementara sekitar 110 siswa lainnya menempati gedung sementara di bekas Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM), Jalan Trunojoyo, Kelurahan Tambakbayan.

Anggota Ombudsman RI, Prof. Dr. Radian Syam, meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di Ponorogo, Kamis (15/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, ia menilai pembangunan gedung permanen perlu segera ditindaklanjuti agar kegiatan belajar-mengajar berjalan lebih optimal.

Ombudsman RI menyatakan akan menyampaikan masukan kepada kementerian terkait untuk mendorong percepatan pembangunan. Keberadaan gedung permanen diharapkan mampu menunjang pendidikan sekaligus pengembangan keterampilan dan kewirausahaan siswa.
Di sisi lain, penyiapan area untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat juga dilakukan di kawasan Jurang Gandul, Jalan Niken Gandini, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Jenangan. Sebanyak delapan bangunan yang mayoritas digunakan sebagai warung kopi telah diratakan menggunakan alat berat setelah pemiliknya membongkar bangunan secara mandiri.

Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Ponorogo, Subiantoro, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan pembongkaran paksa, melainkan perataan sisa bangunan bersama Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo.

“Kami bukan pembongkaran, ya. Ini kan sudah dibongkar oleh pemilik bangunan. Kami hanya melakukan perataan,” kata Subiantoro.

Menurutnya, penataan dilakukan karena area di depan Sekolah Rakyat nantinya tidak diperbolehkan berdiri bangunan. Proses komunikasi dengan pemilik bangunan berjalan baik tanpa kendala berarti. Material yang masih layak pakai juga diupayakan dapat dimanfaatkan kembali.

Percepatan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Ponorogo diharapkan dapat memberikan fasilitas pendidikan yang lebih memadai sekaligus memungkinkan 85 siswa yang masih belajar di Madiun kembali mengikuti kegiatan belajar di daerah asalnya.

(Suprapto)