Lely Kembali Nahkodai FPTI Ponorogo, Wall Panjat Jadi Prioritas Pembinaan Atlet
PONOROGO, SimpulNews - Relelyanda Solekha Wijayanti, S.IP atau yang akrab disapa Lely, kembali mendapat kepercayaan untuk memimpin Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Ponorogo. Lely dikukuhkan sebagai ketua untuk periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) FPTI Ponorogo, Sabtu (3/10/2026).
Muskab berlangsung di Aula Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus FPTI Jawa Timur Aris Setiawan, Ketua Harian KONI Kabupaten Ponorogo H. Sumani, serta jajaran pengurus dan insan olahraga panjat tebing di Kabupaten Ponorogo.
Muskab digelar setelah masa kepengurusan Lely periode sebelumnya berakhir pada Agustus 2026. Selain menetapkan kepengurusan baru, forum tersebut menjadi bagian dari penyusunan program pembinaan dan pengembangan olahraga panjat tebing Ponorogo untuk empat tahun mendatang.
Pengurus FPTI Jawa Timur Aris Setiawan mengatakan, Muskab merupakan bagian penting dalam mekanisme organisasi untuk memastikan keberlanjutan pembinaan olahraga panjat tebing di daerah.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap perkembangan FPTI Ponorogo yang tetap mampu menghasilkan prestasi meski masih menghadapi keterbatasan fasilitas latihan.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Ponorogo H. Sumani secara langsung membuka Muskab. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kinerja kepengurusan sebelumnya yang telah membawa atlet panjat tebing Ponorogo meraih sejumlah prestasi, termasuk pada ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Menurut Sumani, panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga yang menjadi andalan Ponorogo. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas latihan, pencarian bibit muda, regenerasi atlet hingga pemenuhan sarana dan prasarana.
“Prestasi itu bukan hanya soal medali emas, perak atau perunggu. Medali adalah bukti kristalisasi dari tetesan keringat para atlet,” ujar Sumani.
Ia menekankan bahwa regenerasi menjadi bagian yang tidak boleh diabaikan. Atlet yang saat ini telah menorehkan prestasi perlu disiapkan penerus agar keberlangsungan prestasi olahraga panjat tebing Ponorogo tetap terjaga.
Usai kembali dipercaya memimpin FPTI Ponorogo, Lely menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode kedua.
Memasuki periode 2026–2030, salah satu pekerjaan yang menjadi prioritasnya adalah mendorong tersedianya fasilitas wall panjat tebing yang lebih representatif.
Selama ini, para atlet panjat tebing Ponorogo menjalani latihan di kawasan taman kota. FPTI Ponorogo ke depan berencana mengupayakan pembangunan kembali fasilitas latihan panjat tebing di kawasan Stadion Batoro Katong.
“Yang menjadi target kami di periode kedua adalah menyiapkan wall latihan panjat tebing. Kami ingin sarana latihan lebih representatif sehingga pembinaan atlet bisa semakin maksimal,” kata Lely.
Menurutnya, keberadaan fasilitas latihan yang memadai diperlukan untuk mendukung proses pembinaan, terutama dengan semakin banyaknya atlet muda Ponorogo yang memiliki potensi untuk bersaing di level lebih tinggi.
Salah satunya adalah Putri Wijaya Berliana, atlet panjat tebing asal Desa Japan, Kecamatan Babadan. Berliana berhasil membawa nama Ponorogo ke tingkat internasional setelah meraih medali perunggu pada IFSC Youth World Championship 2024 di Guiyang, China, nomor Speed Climbing Under 20.
Prestasi tersebut menjadi salah satu gambaran potensi yang dimiliki atlet panjat tebing Ponorogo. Dengan pembinaan yang berkesinambungan serta dukungan fasilitas latihan yang lebih memadai, potensi atlet muda diharapkan dapat terus berkembang.
Karena itu, periode kedua kepemimpinan Lely tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan capaian yang telah diraih. FPTI Ponorogo juga akan memperkuat proses regenerasi dan membuka ruang lebih luas bagi munculnya atlet-atlet muda baru.
Pembangunan wall panjat tebing diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk mendukung program tersebut. Tidak hanya sebagai tempat berlatih, fasilitas itu diharapkan mampu menjadi bagian penting dari upaya FPTI Ponorogo mencetak prestasi dan melahirkan generasi baru atlet panjat tebing.
Kreator: Suprapto