PJT II Bersama BBWS Citarum Percepat Normalisasi Saluran Irigasi SS. Benda, Dukung Ketahanan Pangan
| Foto kegiatan seksi Rengasdengklok unit wilayah ll bersama balai besar wilayah sungai Citarum, dalam rangka memperkuat keandalan pelayanan air irigasi |
Karawang, SimpulNews.com - Perum Jasa Tirta II melalui Seksi Rengasdengklok Unit Wilayah II bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum terus memperkuat sinergi dalam menjaga keandalan pelayanan air irigasi melalui percepatan normalisasi Saluran Sekunder (SS) Benda menggunakan alat berat, pada Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BBWS Citarum, Bapak Moch. Dian Alma’ruf, Kepala Urusan Operasi dan Pemeliharaan (Kaur OP) Perum Jasa Tirta II Seksi Rengasdengklok, Ade Suherman yang akrab disapa H. Golun beserta jajaran sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengoptimalkan fungsi jaringan irigasi dan memastikan kelancaran distribusi air hingga ke lahan pertanian.
Kaur OP PJT II Seksi Rengasdengklok, H. Golun, menjelaskan pengerukan difokuskan pada sedimentasi berat dan tumbuhan liar.
“Kegiatan ini melibatkan pengerahan satu unit excavator Hitachi untuk pengerukan lumpur dan pembersihan sedimentasi. Saat ini progres sudah berjalan signifikan, dan kami targetkan selesai tepat waktu agar tidak mengganggu musim tanam,” jelas H. Golun.
SS. Benda memiliki panjang saluran 2,7 kilometer yang melayani kebutuhan air irigasi untuk areal pertanian seluas 671 hektare, mencakup 5 desa di 2 kecamatan. Upaya normalisasi ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran aliran air, sekaligus mengurangi hambatan akibat sedimentasi pada saluran irigasi.
Sementara itu, Kepala BBWS Citarum Moch. Dian Alma’ruf menegaskan, ini adalah bagian penting dalam mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional.
“Kami bersama PJT II berkomitmen untuk mempercepat proses normalisasi agar petani dapat segera merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Melalui langkah nyata dan kolaborasi berkelanjutan, PJT II berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air, khususnya dalam menghadapi tantangan musim kemarau, menjaga keberlanjutan layanan irigasi, serta mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.
(Kepin)